|
Manajemen Kesehatan Kucing |
|
A.Pemeliharaan umum Kucing dewasa dan anakan harus mendapatkan vaksinasi secara berkala. Kucing dewasa dan anakan yang sakit harus mendapatkan perawatan dari dokter hewan secepatnya. Pemeriksaan dan perawatan kesehatan kucing harus dilakukan secara rutin 2x sebulan oleh dokter hewan. Kucing dewasa harus mendapatkan perawatan kebersihan diri, seperti Grooming dengan periode 2x dalam sebulan. Peralatan yang dipakai harus sesuai dengan kondisi kucing.
B.Akomodasi Tempat tidur, tempat makanan, tempat minum, dan tempat tinggal harus dijaga kebersihannya 2x sehari (pagi dan malam) setiap hari. Kucing harus mempunyai tempat tinggal yang cukup dimana bisa bergerak dan bermain serta menikmati kehidupan rumah. Fasilitas pencahayaan buatan dan ventilasi harus tersedia untuk mengurangi bau, kelembaban. Fasilitas pembersih atau pembuangan dan desinfektan harus tersedia.
C.Manajemen Pakan Pakan yang diberikan harus mencapai keseimbangan energi dimana energi energi yang terpakai (energi expenditure) sama dengan energi yang masuk. Dalam kondisi normal dan wajar, kucing akan berhenti makan saat tercapai kebutuhan energinya. Banyaknya energi yang kucing butuhkan berhubungan dengan yang disebut energi metabolisme (ME).
Berdasarkan tingkat keaktifannya, maka dapat dibedakan : Kucing Dewasa (BB 4 kg) Kebutuhan Energi Metabolisme (ME) Pemalas 240 kkal/hari Aktif Sedang 280 kkal/hari Sangat aktif 320 kkal/hari
Dasar pemilihan pakan kucing dapat kita sederhanakan sebagai berikut :
- kandungan nutrisinya lengkap dan seimbang.
- disukai rasanya
- mudah dicerna
- cukup kandungan energinya
- memiliki informasi produk yang lengkap dan jelas
- ekonomis
- Macam pakan jadi buatan pabrik ;
- pakan kering/ dry food (kadar air 6-7%)
- pakan basah dalam kaleng/can food (kadar air s.d. 75%)
Berikut kelebihan dan kekurangan dry food : Kelebihan
- relatif lebih murah
- lebih praktis dalam membawa maupun menyajikan
- kandungan nutrisinya lebih stabil
- tidak mudah busuk
- jarang menyebabkan over konsumsi
- lebih higienis terhadap kesehatan gigi
- kotoran cenderung kering dan berbentuk
kekurangan
- Rasanya sering kurang disukai
Berikut Kekurangan dan keuntungan can food : Kelebihan
- Jika kemasan belum dibuka dapat lebih tahan lama
- Lebih disukai rasanya
Kekurangan
- Karena rasanya lebih disukai, akan lebih besar peluang terjadinya obesitas
- Cepat membusuk jika sudah dibuka kemasannya
D. Pemberian Pakan Dalam pemberian pakan, pemilik kucing hendaknya tidak hanya memberikan perhatian kepada pakannya saja,tetapi juga diperhatikan faktor lain yaitu kebiasaan makan, lingkungan, status siklus reproduksi,serta status kesehatan. Kebiasaan makan antara lain :
- Waktu Pemberian. Kebanyakan kucing dengan kondisi dan sifat alamiahnya cenderung lebih suka diberikan makan secara ad libitum
- Bentuk Penyajian. Maksudnya apakah kucing hanya makan kering saja, basah saja atau dicampur antara basah dan kering.
- Lingkungan. Kucing akan meningkat napsu makannya jika suhu lingkungan turun,demikian terjadi sebaliknya jika suhu lingkungan naik.
- Status Siklus Reproduksi. Penurunan napsu makan dapat menjadi salah satu pertanda awal kucing mengalami masa estrusnya atau kucing mau dilahirkan. Hal ini disebabkan karena pengaruh hormon estrogen. Oleh sebab itu , kucing-kucing betina yang telah di ovariektomi , penurunan hormon estrogen menyebabkan peningkatan napsu makan, sehingga cenderung mengalami obesitas
- Status Kesehatan. Kucing cenderung menurun napsu makannya atau hanya memilih-milih makanan yang dia suka selama sakit atau habis sakit. Hal ini disebabkan karena gangguan metabolisme ataupun pengaruh dari terapi medis yang diberikan. Oleh karena itu pemberian pakan dengan penambahan peningkat cita rasa dapat diberikan selain pemberian vitamin B1,B6 dan B12.
KESIMPULAN Kucing sebagai hewan kesayangan bersifat karnivora sejati, soliter dan sehingga harus diusahakan untuk memperoleh kesehatan yang maksimal agar berumur panjang. Untuk mencapai hal tersebut, management kesehatan kucing harus benar-benar diperhatikan . Kucing dewasa dan anakan selalu diberikan perhatian dalam hal kesehatan, terutama dengan pemberian vaksinasi secara berkala, pemeriksaan dan perawatan kesehatan kucing 2x sebulan oleh dokter hewan, serta dilakukan Grooming min 2x sebulan. Pemberian akomodasi yang memadai untuk mencapai kehidupan yang sewajarnya dalam lingkungan rumah, seperti disediakan tempat untuk tinggal dimana bisa bermain dan bergerak sesuka hatinya, fasilitas pencahayaan dan ventilasi yang memadai untuk mengurangi bau dan kelembaban, fasilitas pembersih dan pembuangan serta desinfektan harus memadai, serta menjaga kebersihan tempat tidur, tempat makan, dan tempat minum minimal 2x sehari. Management pakan harus benar-benar diperhatikan sesuai dengan lingkungan, kebiasaan makan, status siklus reproduksi serta status kesehatan kucing.Berita Terkait Berita Lebih Baru
|