|
Seminar Sehari Kucing dan Bahaya Toksoplasmosis |
|
Toksoplasmosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh suatu protozoa yang disebut Toksoplasma gondii. Toksoplasma bukanlah suatu penyakit yang baru, pertama kali ditemukan pada tahun 1908. Sejak penemuannya, toksoplasmosis telah ditemukan di hampir semua binatang yang berdarah panas. Kebanyakan binatang kesayangan dan ternak.
Wanita hamil yang terinfeksi parasit ini, bisa mengalami keguguran, bayi lahir cacat, prematur, atau bahkan meninggal. Macam-macam cacat akibat infeksi toksoplasmosis di antaranya hidrosephalus (kepala besar akibat penyumbatan saluran cairan otak), retinokoroiditis (radang pada lapisan koroid dan retina mata), kalsifikasi intrakranial (pengapuran jaringan otak), dan jika disertai kelainan psikomotorik dikenal dengan sebutan tetrade sabin. Ada kalanya hanya ditemukan sikatriks (parut) pada retina yang menunjukkan adanya infeksi aktif tanpa banyak kerusakan selama dalam kandungan, namun dapat kambuh pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa. Pada bayi lahir prematur, gejala klinis biasanya lebih berat daripada bayi lahir cukup bulan, di antaranya disertai kelainan susunan saraf pusat dan lesi mata Sebaliknya, bahaya tidak muncul bila infeksi terjadi pada wanita yang tidak dalam keadaan hamil. Infeksi justru membuat sang ibu kebal, dan bila hamil nanti, janinnya akan aman-aman saja. Begitu pula bila infeksi terjadi setelah seorang ibu melahirkan. Namun, untuk amannya, seorang ibu sebaiknya diperiksa untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit ini sebelum hamil. Hasil negatif berarti wanita itu belum memiliki antibody, sehingga pada saat hamil, dia akan rawan terinfeksi yang dapat berakibat fatal. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM bekerjasama dengan Center for Animal Rescue and Education (CARE) Yogyakarta ditujukan sebagai media public education tentang bahaya, penanganan dan pencegahan kasus toksoplasmosis baik pada kucing maupun manusia, selain itu seminar ini juga dimanfaatkan untuk mengkampanyekan kesejahteraan hewan (animal walfare) kepada masyarakat dan memberikan aspek perlindungan terhadap satwa yang dalam hal ini kucing sebagai reservoir utama terjadinya kasus toksoplasmosis pada manusia. Pendaftaran seminar yang akan dilaksanakan di University Center pada tanggal 13 Mei 2006 ini dapat dilakukan di Sekretariat CARE, Jl. Gondosuli GK.IV/97 Yogyakarta dan Rumah Sakit Hewan FKH UGM, Jl. Asti Kuningan Catur Tunggal Yogyakarta. (CP:drh. Sri Hartati 0818461525 / Nunung 08122969033).
Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|