Sterilisasi merupakan operasi pengambilan ovari dan uterus (pada betina) atau testikel (pada jantan). Dan tentu saja operasi ini dilakukan secara professional oleh dokter hewan melalui pembiusan, operasi yang legal artis, higienis, perawatan sebelum, selama dan sesudah operasi.
Sterilisasi sudah sangat popular bagi pemilik hewan kesayangan di seluruh dunia terutama pemilik anjing dan kucing. Bahkan dibeberapa Negara sudah diterbitkan peraturan agar hewan yang dipelihara hanyalah hewan-hewan yang telah disteril kecuali untuk keperluan breeder. Namun sayangnya tidak sedikit orang yang berpendapat bahwa sterilisasi ini sangat kejam, mematikan hak-hak hewan untuk berkembang biak. Dari pendapat inilah coba kita kembali tinjau bagaimana fakta yang ada di sekitar kita. Begitu leluasanya kucing-kucing berkembang biak, membuat kita bukannya lebih menyayangi makhluk ini namun sebaliknya, tak jarang perlakuan-perlakuan keji harus diterima oleh kucing-kucing yang sekedar meminta kita mau berbagi tempat dan makanan dengannya. Kucing-kucing setiap hari ada saja yang disiram air panas, ditendang, dipukul, dilempari batu bahkan terlindas kendaraan. Apakah hal ini dapat dikatakan menyayangi dan mengutamakan kesejahteraan mereka??? Kucing mulai dewasa kelamin antara umur 7 sampai 8 bulan. Kucing dapat produktif hingga umur 8 tahun. Misalnya diambil rata-rata, setiap tahun satu induk melahirkan 2 kali dan setiap kali melahirkan 4 ekor anak, maka selama masa produktifnya seekor induk kucing akan berbiak menjadi: 2x8x4ekor=64 ekor. Sementara itu anak-anaknya yang betina juga akan bunting dan melahirkan. Nah dapat dibayangkan sendiri bagaimana selanjutnya jumlah populasi kucing-kucing ini. Tanpa pengendalian populasi, kucing yang tadinya disayang, cukup makanan, dan dirawat secara individual, setelah berkembang biak menjadi banyak pastilah perhatian dari pemilik akan berkurang, baik makanan,kesehatan, kesejahteraan, kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Dan semuanya ini akan berpengaruh pula pada “kesehatan ekonomi” pemilik akibat biaya perawatan yang cukup besar. Selain itu padatnya populasi juga menyebabkan kucing mudah terserang penyakit, baik penyakit infeksius maupun parasit seperti cacing, pinjal,jamur dan lain-lain. Dan beberapa penyakit pada kucing ada yang dapat menular ke manusia serta mencemari lingkungan.
Keuntungan sterilisasi antara lain: 1. kucing tidak mengalami birahi dan ingin kawin, hal ini berarti kucing akan lebih senang tinggal di rumah, tidak membuat gaduh, kotor, berkelahi sehingga tidak lagi mengganggu ketenangan lingkungan
2. menghindari kemungkinan lahirnya anak yang tidak dikehendaki akibat perkawinan dekat (inbreeding)yang umumnya akan mengakibatkan proses degenerasi karena kemungkinan terkumpulnya faktor-faktor inferior pada keturunannya
3. ovari dan uterus merupakan salah satu organ yang rawan penyakit radang, kanker, tumor maupun infeksi. Dengan sterilisasi kemungkinan terjadinya penyakit-penyakit reproduksi alat reproduksi dan kanker kelenjar susu, ovari maupun uterus pada usia tua akan dapat dikurangi.
4. Sterilisasi pada hewan kesayangan tidak akan merubah karakter dan inteligensinya, karena karakter dan inteligensia tidak berhubungan dengan ovari dan uterus ataupun testikel. Juga tidak mengurangi kebahagiaan dan kesejahteraannya. Kawin bagi hewan adalah insting prokreasi, tanpa melibatkan emosi. Hewan kawin tidak perlu “jatuh cinta” dahulu, Perkawinan diantara hewan tidak melibatkan aspek sayang, cinta, emosi, tanggung jawab sosial dan lain-lain dengan menghilangkan insting prokreasi, karena tidak mempengaruhi kebahagiaan dan kesejahteraan hidupnya.
5. Kelebihan energi (input makanan) dibandingkan output energi akan berkurang, karena kucing akan lebih senang di rumah. Sehingga energi yang berlebih disimpan menjadi lemak dan setelah di steril biasanya hewan akan menjadi gemuk. Dan disini pemilik perlu memperhatikan keseimbangan gizinya, perhatikan kalori yang dibutuhkan sesuai umur hewan. Ajaklah hewan bermain dan kegiatan lainnyaBerita Terkait Berita Lebih Baru
Berita Lebih Lama
|